Rabu, 11 November 2009

Profil Blora - Penghasil Kayu Jati Kualitas Tinggi

Blora memiliki luas Wilayah keseluruhan 1.794,40 km ini terbagi menjadi 16 Kecamatan, berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati dan Rembang di sebelah utara, Kabupaten Tuban dan Bojonegoro (provinsi Jawa Timur) di sebelah timur, Kabupaten Ngawi (Jawa Timur) di sebelah selatan, serta Kabupaten Grobogan di sebelah barat. Pertanian merupakan sektor utama perekonomian di Kabupaten Blora. Pada sub sektor kehutanan, Blora adalah salah satu daerah utama penghasil kayu jati berkualitas di Jawa Tengah. Kegiatan penduduk banyak terserap di lapangan usaha pertanian, mayoritas adalah petani tanaman pangan, khususnya padi dan jagung.
Untuk kegiatan pertanian, Blora lebih mengandalkan penanaman padi sawah tadah hujan dan palawija. Jenis tanah yang berkapur dan sulit air menjadi kendala dalam meningkatkan produksi pangan terutama padi. Dengan kondisi seperti ini, alternatif lain yang dilakukan penduduk untuk bekerja adalah beternak sapi dan kambing. Dengan adanya program P4MI (Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Inovasi) dari Departemen Pertanian tahun 2003 - 2009 dan PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan), pertanian Kabupaten Blora mulai menggeliat dan bahkan sudah mendapatkan penghargaan sebagai daerah yang berhasil mensukseskan ketahanan pangan khususnya dari padi dan jagung.


Blora menjadi sorotan dunia Internasional ketika dikawasan blok Cepu ditemukan cadangan minyak bumi sebanyak 250 juta barel, penambangan minyak dan gas alam di wilayah Cepu di kelola dengan kerjasama pemerintah dan kontraktor (PT Pertamina EP Cepu, Exxon Mobil Cepu Ltd, PT Ampolex Cepu) juga turut mengisi kas daerah. Di Blora juga terdapat daerah tujuan wisata seperti Goa terawang, waduk tempuran, wisata kereta lewat hutan jati dan keseniaan berupa barongan dan tayub yang cukup banyak dikunjungi wisatawan, juga terdapat makanan khas Blora seperti sate ayam khas Blora, lontong tahu, limun kawis, serabi, es cau, tempe goreng yang garing khas Blora dan moho.
Jati dari hutan Blora sangat terkenal kualitasnya dan telah lama menjadi pemasok utama kebutuhan kayu jati di sentra kerajinan ukiran Jepara. Terdapat 2 jenis kayu jati, jati hutan yang dikelola perhutani untuk memenuhi kebutuhan ekspor dengan kualitas jati yang paling tinggi, dan jati rakyat (orang Blora nyebutnya jati kampung) utnuk memenuhi kebutuhan lokal dan nasional. Pengrajin kayu Blora juga memanfaatkan kayu akar jati limbah dari produksi perhutani untuk kerajinan ukiran dan penambah bahan furniture seperti kaki kursi dll. Pengelolaan kayu jati secara nasional telah diatur secara ketat melalui undang-undang, sehingga hanya pihak yang memiliki ijin dan sertifikasi khusus yang dapat memasarkan kayu jati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar